PROGRAM SAMADHI

PROGRAM SAMADHI

Vihara Ariya Dipasena, pada tahun 2018 ini akan melaksanakan program pelatihan samadhi selama 7 hari dalam rangka libur lebaran. Program ini akan diadakan pada tanggal 10 – 17 Juni 2018 dan akan dibimbing oleh YM. BHIKKHU BODHINANDA. Bhante ini hidupnya sangat sederhana dan memegang teguh VINAYA. Beliau tinggalnya selalu berpindah pindah. beberapa bulan yang lalu Beliau Samadhi di hutan, dan bagi umat yang ingin berjumpa atau berdana makan siang harus berjalan kira kira 2 jam.

Program Samadhi selama 7 hari ini akan dijadikan program tetap oleh Vihara Ariya Dipasena untuk memberi kesempatan kepada Upasaka dan Upasika  dalam rangka mengisi libur lebaran dengan melakukan perbuatan yang maha baik.

Untuk program SAMADHI I ini akan diikuti oleh 22 peserta, 11 pria, dan 11 wanita. Semua peserta diwajibkan untuk melaksanakan Atthasila selama program berlangsung.

Bagi para sahabat dan donatur terkasih yang ingin berdana makanan ( VEGETARIAN) dapat langsung datang ke Vihara Ariya Dipasena (alamat bisa dilihat di google maps). Bagi yang ingin berdana uang untuk kegiatan ini dapat di Transfer ke Rek Vihara :

BCA 108 045 0008 AN. GRINATA OR KING KING

Tak lupa kami haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu program ini.

NIBBANASA PACAYO HOTU.. SADHU SADHU SADHU.

PROGRAM SAMᾹDHI

VIHARA ARIYA DIPASENA

 

Sekilas Vihara Ariya Dipasena

Vihara Ariya Dipasena yang dibangun tahun 2001 ini harus melalui perjuangan yang sangat berat. Sejarah perjuangan panjang berkembangnya agama Buddha di Desa Rancaiyuh bisa dilihat dan dibaca di web viharaariyadipasena.com/sejarah. Mengingat perjuangan yang tidak mudah inilah Vihara Ariya Dipasena ingin menjadi sarana bagi umat yang ingin berlatih, belajar dan praktek Buddha Dhamma sungguh-sungguh. Vihara ini sudah memiliki program Pabbajja Samanera dan Atthasilani yang dilaksanakan setiap libur akhir tahun. Selain program pabbajja, di tahun 2018 ini akan mengadakan program samadhi/meditasi selama 7 hari (satu minggu) dalam rangka mengisi libur lebaran. Program samadhi ini juga akan dijadikan program tetap Vihara Ariya Dipasena yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Samādhi dan Disiplin Diri

Melaksanakan Samādhi yang intensif itu membutuhkan keyakinan, tekad dan semangat serta usaha yang sungguh-sungguh. Melalui usahanya sendiri, para peserta mencapai realisasinya sendiri karena tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hal ini buat mereka. Samādhi ini hanya akan sesuai bagi mereka yang serius dan mau menjalankan tata tertib yang diberlakukan agar para peserta mendapat manfaat, karena tata-tertib itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari praktek Samādhi.

Para peserta harus mampu menjalankan disiplin dengan jujur dan sungguh-sungguh. Bagi mereka yang tidak mempunyai tekad yang kuat, akan membuang waktunya dengan sia-sia, dan terlebih lagi akan mengganggu mereka yang hendak berlatih dengan serius. Disamping itu, seorang peserta yang sudah bertekad untuk berlatih harus memahami bahwa tidaklah bijaksana untuk pulang tanpa menyelesaikan program samādhi ini.

Memang waktu tujuh hari itu merupakan waktu yang sangat singkat untuk mengembangkan kesadaran ke tingkat yang lebih dalam. Oleh karena itu para peserta setelah selesai mengikuti program ini tetap melanjutkan praktek secara berkesinambungan di tempatnya masing-masing. Tetaplah melaksanakan samādhi dimanapun berada, karena sesungguhnya Samādhi itu adalah jantungnya Buddha Dhamma. Samādhi itu merupakan perbuatan yang maha baik dan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

 

Tata Tertib Disiplin

Bagi peserta, sebagai dasar atau pondasi dari latihan ini adalah sīla (moralitas). Sīla memberikan suatu dasar bagi pengembangan samādhi.

Aturan Moral

Semua yang mengikuti program samādhi ini harus dengan sungguh-sungguh menjalankan delapan sila (atthasila) yaitu :

  1. Bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.
  2. Bertekad melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan.
  3. Bertekad melatih diri menghindari perbuatan yang tidak suci.
  4. Bertekad melatih diri menghindari ucapan bohong.
  5. Bertekad melatih diri menghindari minuman keras, barang madat yang menyebabkan lemahnya kesadaran.
  6. Bertekad melatih diri menghindari makan makanan setelah tengah hari.
  7. Bertekad melatih diri menghindari menari, menyanyi, bermain musik, dan pergi melihat pertunjukkan, memakai, berhias dengan bunga, wewangian, dan barang, olesan (kosmetik) dengan tujuan untuk mempercantik diri.
  8. Bertekad melatih diri penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar (mewah).

Penerimaan Guru Pembimbing.

Para peserta harus menyatakan dirinya kepada guru pembimbing dan bersedia mengikuti sepenuhnya pada bimbingan, arahan dan peunjuk guru selama program berlangsung. Hal ini sangat penting agar peserta dapat berlatih samādhi dengan baik.

Berdiam Diri

Semua peserta harus menjalani Berdiam Diri sejak awal sampai dengan hari ketujuh pagi hari. Berdiam Diri artinya berdiamnya jasmani, ucapan dan pikiran. Segala bentuk komunikasi dengan sesama peserta baik dengan gerakan fisik, bahasa isyarat, tulisan dan sebagainya, adalah tidak diperkenankan.

Para peserta boleh berbicara pada saat tanya jawab sama guru pembimbing pada waktu bimbingan Dhamma. Peserta yang ingin bertemu guru secara pribadi dapat menyampaikannya ke panitia dengan menulis nama atau nomor peserta di papan tulis yang sudah disediakan. Peserta juga diperkenankan untuk menyampaikan kepada panitia masalah seperti, tempat tinggal, makanan, kesehatan dsb, namun harus dijaga sesedikit mungkin. Para peserta harus menumbuhkan perasaan bahwa mereka sedang bekerja sendiri.

Kontak Jasmani

Adalah penting bahwa selama kursus para peserta menghindari kontak jasmani apapun, dengan lainnya yang sesama jenis maupun yang lawan jenis. Peserta dilarang untuk masuk ke ruangan yang berbeda jenis.

Perhatikan baik-baik agar perilaku anda tidak mengganggu orang lain. Abaikan gangguan dari orang lain.

Makanan

Panitia tidak menyiapkan makanan khusus sesuai permintaan secara individu. Oleh karena itu, semua peserta dimohon untuk dapat mengkonsumsi makanan vegetarian sederhana yang tersedia. Panitia akan berusaha menyediakan makanan yang baik dan seimbang agar para peserta dapat bersamadhi dengan baik. Apabila ada peserta yang diharuskan menjalankan suatu diet khusus karena sakit harus memberitahukan kepada panitia.

Pakaian

Pakaian harus sederhana, sopan dan nyaman. Peserta tidak diperkenankan memakai pakaian yang ketat, tembus pandang, menampakkan bagian tubuh yang terlarang, atau yang menyolok (seperti; celana pendek, rok pendek, celana ketat, baju tanpa lengan atau atasan yang minim). Peserta harus senantiasa berlaku sopan. Unruk semua peserta mengenakan atasan warna putih (kaos/baju) dan bawahannya bebas tapi tetap sopan dan nyaman.

Cuci dan Mandi

Panitia tidak menyediakan mesin cuci dan pengering, oleh karena itu peserta harus membawa pakaian secukupnya. Mandi dan cuci hanya dapat dilakukan pada waktu istirahat.

Hubungan dengan Dunia Luar

Peserta harus tinggal di vihara dan berada dalam batasan khusus yang sudah ditentukan selama program berlangsung. Peserta dapat meninggalkan tempat dengan ijin dari guru. Semua alat komunikasi dan perlengkapan lain yang tidak ada hubungannya dengan latihan harus dititipkan kepada panitia. Apabila dalam keadaan darurat teman atau keluarga peserta dapat menghubungi panitia.

Pembiayaan Program

Program Samādhi ini dibiayai oleh para sahabat dan donatur yang peduli dengan perkembangan Buddha Dhamma. Bagi para peserta yang ingin berdana untuk program berikutnya bisa diserahkan kepada panitia setelah atau sebelum program berakhir.

Bagi yang ingin transfer bisa ke :

Rekening VADS, BCA 108 045 0008, an. Grinata or King King.

Penutup.

Melalui pendekatan disiplin dan usaha maksimum, seorang peserta dapat dengan sepenuhnya memahami praktek ini, dan mendapatkan manfaat darinya. Suatu cara yang sangat baik yaitu bermeditasilah seolah-olah anda berada dalam kesendirian, dengan mengarahkan pikiran ke-dalam, abaikan semua ketidak-nyamanan dan gangguan yang mungkin ditemui. Para peserta seharusnya menyadari bahwa kemajuan dalam praktek Samadhi hanya tergantung dari kebaikan, dan usaha yang benar, keyakinan, ketulusan, kesehatan serta kebijaksanaan.

Kami, pengurus Vihara Ariya Dipasena merasa sangat bahagia mendapatkan kesempatan untuk melayani para peserta, semoga para peserta memperoleh kedamaian dan keharmonisan dari pengalaman mengikuti program Samādhi yang pertama ini.

Buddhasasanam cira titthatu
Semoga Buddhasasana bertahan lama

Program Samādhi II 2019

Program Samādhi II tahun 2019 akan diadakan pada :

Hari Minggu, 2 Juni – 9 Juni 2019

Peserta datang : Hari Sabtu, 1 Juni 2019.

Jumlah Peserta 20 orang ( 10 pria, 10 wanita).

Guru Pembimbing : Bhikkhu Sangha.

 

 

Share this post